Pernah nggak sih sahabat, ngerasa udah jadi orang baik, tapi tanpa kita sadari kita malah nyakitin perasaan orang lain atau ngerugiin orang lain? Kalau pernah, yuk merapat. Bisa jadi itu salah satu ciri orang zalim yang levelnya masih rendah.
Mungkin banyak dari kita mikirnya kalau zalim itu cuma sebatas mukul orang atau ngerampok bank. Padahal, maknanya lebih dari itu loh. Dalam islam zalim itu artinya “Meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.” Simpel, tapi ngena banget. Artinya, setiap ucapan, sikap, atau keputusan kita yang nggak pas dan malah bikin rugi orang lain, itu udah masuk kategori zalim.
Nabi Muhammad SAW pernah ngasih spoiler besar buat kita semua:
“Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalem banget kan? Artinya, sekecil apa pun perbuatan zalim kita, bakal ada “laporan pertanggung jawabannya” nanti di akhirat. Makanya, penting banget buat kita kenal tanda-tandanya, biar bisa sering-sering introspeksi diri dan menghindarinya.
Ini dia 7 ciri orang zalim yang sering banget kita temui atau bahkan kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Ngambil Hak Orang Lain, Sekecil Apapun Itu
Ini dia ciri orang zalim yang paling kelihatan. Ngambil hak orang lain itu nggak selalu soal ngambil uang segepok. Hal-hal kecil yang kita sering normalisasi juga termasuk loh. Contohnya, nunda bayar utang ke temen padahal gajian udah cair, atau nyerobot antrian orang lain.
Allah SWT udah ngasih peringatan keras soal ini:
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil…”
(QS. Al-Baqarah: 188)
Ingat ya sahabat, hak orang lain itu bukan cuma soal materi. Waktu, kepercayaan, dan kesempatan mereka juga termasuk hak yang wajib kita jaga.
2. Jago Muterin Fakta Demi Keuntungan Pribadi
Zalim itu nggak cuma pakai otot, tapi juga bisa lewat lisan. Ciri orang zalim yang satu ini adalah orang yang jago memutarbalikan fakta buat nutupin kesalahan sendiri atau ngejatuhin orang lain.
Contohnya, ada proyek gagal, malah nyalahin junior padahal kita yang salah ngasih arahan. Di media sosial ini lebih ngeri lagi, nyebarin potongan vidio atau foto screenshot chat yang udah di edit buat ngerusak nama baik orang lain.
Perilaku kaya gini bahaya banget sahabat, karena bisa jadi fitnah, yang dalam islam dosanya di sebut lebih kejam dari pada pembunuhan. Kenapa? Karena fitnah membunuh karakter dan reputasi seseorang.
3. Hobi Menghina atau Ngerendahin Orang Lain

Lidah memang tak bertulang, tapi bisa lebih tajam dari pedang. Ngehina, nyinyir, atau ngeremehin orang lain adalah ciri orang zalim yang sering dianggap “cuma bercanda”. Padahal, luka di hati karena omongan pedas bisa lebih lama sembuhnya daripada luka fisik.
Bentuknya bisa halus, kayak body shaming berkedok perhatian (“Ih, kamu gemukan ya, biar apa?”) atau komentar sinis yang bikin orang lain langsung insecure sama kemampuannya. Nabi Muhammad SAW udah ngasih standar keren buat kita:
“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, sebelum speak up atau ngetik komentar, coba deh tahan tiga detik dan pikirin dampaknya.
4. Manfaatin Kekuasan Buat Keuntungan Sendiri
Jabatan itu amanah, bukan mahkota. Mau kita jadi bos di kantor, admin grup WhatsApp, atau bahkan kepala keluarga, manfaatin wewenang buat kepentingan pribadi itu jelas sebuah kezaliman. Ciri orang yang zalim ini muncul saat seseorang pakai kartu sakti jabatannya buat dapat fasilitas yang bukan haknya, atau bikin aturan yang cuma nguntungin gengnya sendiri.
Ini sesuai banget sama sabda Rasulullah SAW:
“Setiap dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, pemimpin itu pelayan, bukan penguasa yang minta dilayani.
5. Nggak Adil Kalau Bikin Keputusan
Adil itu lawannya zalim. Jadi, kalau kita nggak adil sekecil apapun skalanya, kita udah selangkah lebih dekat sama kezaliman. Ciri orang yang zalim bisa terjadi dimana saja. Di keluarga, misalnya, orang tua yang kelihatan banget lebih sayang ke anak tertentu. Di pertemanan, saat kita langsung nge-judge satu pihak tanpa dengerin cerita versi lengkapnya.
Allah SWT bahkan nyuruh kita buat adil ke orang yang nggak kita suka sekalipun. Keren, kan?
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…”
(QS. Al-Ma’idah: 8)
Ini pengingat buat kita biar nggak mutusin sesuatu berdasarkan perasaan suka atau nggak suka
6. Ngerusak Fasilitas atau Ganggu Kenyamanan Orang Lain
Kadang, kita nggak sadar udah jadi pengganggu buat orang lain. Muterin musik kenceng-kenceng pas jam istirahat, parkir motor sembarangan sampai nutupin jalan keluar, atau buang sampah di depan rumah tetangga. Ini semua termasuk ciri orang zalim karena kita ngerampas hak orang lain buat ngerasa nyaman.
Nabi kita bahkan mengajarkan bahwa perbuatan baik itu bisa sesederhana menyingkirkan gangguan dari jalan.
“Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, kalau menyingkirkan gangguan itu sedekah, berarti sengaja bikin gangguan itu ya kebalikannya, kan?
Baca Juga: Astaghfirullah! Inilah Azab Orang yang Suka Menghina
7. Ngotot Nggak Mau Ngaku Salah Padahal Udah Jelas Buktinya

Ini nih, tanda terakhir yang sering jadi penyakit hati, keras kepala dan gengsi buat ngakuin kesalahan. Ciri orang yang zalim ini muncul saat ego kita lebih gede daripada logika dan hati nurani. Misalnya, kita mati-matian ngebela teman yang jelas-jelas salah cuma karena nggak enakan, atau nolak fakta yang ada karena takut kelihatan bodoh.
Sikap kayak gini bukan cuma ngerugiin orang lain, tapi juga nutup pintu buat kita jadi pribadi yang lebih baik. Dalam Islam, ngaku salah dan minta maaf itu tanda orang yang kuat dan berjiwa besar, bukan tanda kelemahan.
Kesimpulan
Jadi sahabat, zalim itu bukan sekedar melakukan kekerasan atau merampas harta. Kezaliman bisa muncul lewat perkataan, bahkan kebiasaan kecil yang bisa merugikan orang lain. Dengan mengetahui ciri orang zalim, kita bisa lebih introspeksi diri dan berusaha menjadi pribadi yang baik dan membawa manfaat bagi sekitar.
Semoga kita dijaukan dari segala bentuk kezaliman, baik yang disadari maupun tidak. Karena setiap perbuatan sekecil apapun akan kembali kepada kita, di dunia maupun di akhirat.
Daripada Jadi Zalim, Mending Jadi Penebar Senyum
Yuk, salurkan semangat kebaikanmu bareng Yayasan Senyum Mandiri! Setiap bantuan kecil dari kamu, entah itu donasi atau doa, bisa menjadi senyuman besar bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang membutuhkan. Ini bukan sekadar donasi, tapi ini adalah aksi nyata kita untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya: membantu sesama, menegakkan keadilan sosial, dan pastinya, menjauhkan diri kita dari sifat zalim.
Klik disini atau scan QR barcode dibawah untuk informasi lebih lanjut.

“Menebar Sejuta Kebaikan”