Ketahui! Keutamaan Hari Jumat Hikmah serta Manfaatnya

Keutamaan Hari Jumat – Jumat hari yang istimewa dalam Islam. Sebagai umat Muslim, kita diajarkan untuk menghargai dan memanfaatkan keutamaan hari Jumat sebaik mungkin. Hari ini dikenal sebagai hari yang penuh berkah, rahmat, dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai keutamaan hari Jumat serta hikmah di baliknya.

Mengapa Hari Jumat Itu Istimewa?

Hari Jumat disebut sebagai Sayyidul Ayyam atau pemimpin hari-hari lainnya. Keistimewaan hari ini tercantum dalam berbagai hadits dan ayat Al-Qur’an yang menunjukkan betapa pentingnya hari ini bagi umat Islam.

Salah Satu Hari Terbaik dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda, “Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari ini Adam diciptakan, pada hari ini dia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari ini dia dikeluarkan darinya.

Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat” (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan betapa hari Jumat memiliki makna yang dalam dalam sejarah penciptaan manusia dan akhir zaman.

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Hari Jumat juga dikenal sebagai hari di mana doa-doa lebih mustajab atau lebih dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jumat ada waktu mustajab yang tidaklah seorang hamba Muslim berdoa kepada Allah memohon kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan doanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa pada hari yang penuh berkah ini.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at

Praktik dan Ibadah Khusus pada Hari Jumat

Ada beberapa ibadah dan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari Jumat guna meraih keutamaannya. Berikut beberapa di antaranya:

Membaca Surah Al-Kahfi

Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan ada cahaya yang meneranginya di antara dua Jumat” (HR. Hakim). Cahaya ini diartikan sebagai petunjuk dan perlindungan dari Allah SWT.

Shalat Jumat

Shalat Jumat adalah ibadah wajib bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat. Kehadiran di masjid untuk melaksanakan shalat Jumat menggantikan shalat Dzuhur dan memiliki pahala yang besar.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Jumu’ah: 9).

Memperbanyak Shalawat

Hari Jumat juga dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda, “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali” (HR. Al-Baihaqi).

Shalawat adalah bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi yang membawa banyak berkah bagi umat Muslim.

Hikmah di Balik Keutamaan Hari Jumat

Ada banyak hikmah yang bisa kita ambil dari berbagai keutamaan dan ibadah pada hari Jumat. Pertama, hari Jumat memberikan kita kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah lalu. Melalui ibadah dan doa yang tulus, kita bisa memohon ampunan dan meningkatkan keimanan.

Kedua, hari Jumat memperkuat ikatan sosial dan spiritual dalam komunitas Muslim. Shalat Jumat, misalnya, menjadi momen berkumpulnya umat Muslim untuk beribadah bersama, mendengarkan khutbah, dan memperkuat silaturahmi.

Ketiga, keutamaan hari Jumat mengajarkan kita untuk menghargai waktu dan kesempatan. Dalam Islam, setiap hari memiliki nilai dan makna, tetapi hari Jumat memberikan momentum khusus untuk refleksi diri dan perbaikan spiritual.

Kesimpulan

Hari Jumat adalah hari yang penuh dengan keutamaan dan rahmat dari Allah SWT. Melalui berbagai ibadah dan amalan yang dianjurkan, kita bisa meraih berkah yang melimpah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Mari kita manfaatkan keistimewaan hari Jumat untuk memperbaiki diri, memperbanyak doa, dan meningkatkan keimanan kita. Dengan begitu, kita tidak hanya meraih kebahagiaan di dunia, tetapi juga di akhirat nanti.

Tinggalkan komentar