Begini Sunnah Menggunting Kuku dalam Agama Islam, Beserta Adab dan Tata Caranya

Memotong kuku merupakan salah satu upaya membersihkan diri yang sangat dianjurkan oleh Islam, kita juga harus mengetahui sunnah menggunting kuku. Potong kuku merupakan anjuran yang diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Allah SWT sangat menyukai kebersihan dan selalu memerintahkan umatnya agar menjaga kebersihan selalu. Hal ini tercatat dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi berikut:

“Dari Rasulullah SAW, Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmidzi).

Sunnah Menggunting Kuku

Mnegutip dari buku ‘Sehat dengan Salat’ karya H. Hendrik, potong kuku dalam ajaran Islam dikategorikan sebagai salah satu sunnah fitrah. Sunnah fitrah ialah, amalan yang dilakukan oleh para Nabi, terutama Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan menggunting kuku juga bahkan pernah disebutkan dalam sebuah hadis, dimana potong kuku disandingkan dengan amalan fitrah yang lain. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Ada lima macam fitrah, yaitu; khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu menurut ajaran Islam, sunnah menggunting kuku tidak boleh melebihi dari 40 hari. Hal ini tertuang dalam hadis dari Anas bin Malik ra berikut:

“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim).

Adab Memotong Kuku

Terlepas dari sunnah menggunting kuku, sebenarnya tidak aturang khusus yang menentukan kapan hari-hari tertentu untuk memotong kuku. Pada dasarnya, kegiatan ini bisa dilakukan di hari apa pun.

Tetapi, ada juga sebuah hadis yang mana di hari itu kita dilarang untuk memotong kuku, yakni saat akan berkurban Idul Adha. Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” (HR. Muslim).

Namun, kebanyakan ulama dari mazhab Syafi’I berpendapat bahwa hari terbaik sunnah menggunting kuku yakni dilakukan di hari Jumat.

Tata Cara Menggunting Kuku dalam Islam

DIkutip dari Nahdlatul Ulama (NU Online) melalui laman resminya, terdapat tiga pendapat mengenai tata cara menggunting kuku yang bisa Anda praktrekkan. Apa sajakah itu, simak pembahasan di bawah.

1). Menurut Imam Nawawi

Potong kuku diawali dari jari telunjuk kanan, lalu jari tengah, selanjutnya jari kelingking. Dan seterusnya berjalan kea rah kanan sampai berakhir di ibu jari dari kanan.

2). Menurut Imam Al-Ghazali

Sunnah menggunting kuku dan tata cara memotong kuku menurut Imam Al-Ghazali ialah, dimulai dari tangan kanan. Tepatnya pada jari telunjuk, lalu jari tengah, hingga jari kelingking, setelahnya baru ibu jari.

Kemudian, potong kuku pada tangan kiri diawali dari jari kelingking, jari manis, tengah, telunjuk, dan berakhir di ibu jari.

3). Menurut Ulama Lain

Mulai kegiatan menggunting kuku dari tangan kanan, urutannya ialah: jari kelingking, tengah, jempol, jari manis, dan terakhir jari telunjuk. Kemudian dilanjut di tangan kiri dengan urutan: jari jempol, jari tengah, kelingking, telunjuk, dan jari manis.

Demikian artikel mengenai sunnah menggunting kuku beserta adab dan tata caranya, semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar