Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati

22 Agustus 2022 

Hati-Hati dengan Hati
Menjaga hati memiliki peranan penting dalam kehidupan di dunia. Namun, apa akibatnya dalam hidup apabila tidak menjaga hatinya? Seorang Muslim yang belum bisa menjaga hatinya(Sombong) maka Allah akan merendahkannya bahkan tidak akan memasuki surga jika didalam hatinya masih terdapat kesombongan meskipun sebesar biji zarrah.

Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, maka Allah akan mengangkat (derajat)nya (di dunia dan akhirat). Dan siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.”
(HR. Imam Ibnu Mandah dan Imam Abu Nu’aim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar zarrah.”
(HR Muslim)

Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa orang yang rendah hati akan masuk surga dan orang yang menyombongkan dirinya walaupun hanya sedikit tidak masuk surga.

Selain memiliki keutamaan yang besar, harus diketahui juga keutamaan sifat rendah hati menurut Islam.
Hakikat manusia menurut Islam memanglah sebagai khalifah di bumi. Namun, ini bukan berarti manusia boleh menyombongkan dirinya dihadapan Sang Pencipta maupun hamba-hamba-Nya.
Sifat rendah hati amat diperlukan sebagai hamba Allah SWT yang taat, karena salah satu sifat orang yang bertakwa adalah orang yang selalu merendahkan diri dan hatinya.
Setelah mengetahui hadis tentang rendah hati, berikut ini adalah beberapa keutamaan rendah hati menurut Islam, yakni:

1. Mencegah Berbangga Diri atau Sombong
Dari Iyadh bin Himar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seeorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zhalim pada yang lain.” (HR Muslim)
Dalam hadis tersebut dikatakan, bahwa Allah mewahyukan kepada Rasulullah agar manusia saling merendahkan dirinya agar terhindar dari sikap sombong atau berbangga diri.

2. Disegani dan Dihormati Orang Lain
Orang lain akan menjadi segan dan hormat kepada orang yang memiliki kerendahan hati. Oleh karena itu, meski memiliki kelebihan dan kehebatan, tetaplah rendah hati dan tidak menyombongkan diri, karena Iblis keluar dari surga juga akibat sombong.

3. Disenangi Banyak Orang
Umumnya orang-orang akan lebih senang bergaul dengan orang yang selalu rendah hati.
Sedangkan, orang yang selalu menyombongkan dirinya tidak akan disukai oleh lingkungan atau orang sekitarnya.

4. Hati yang Selalu Tenang
Hati akan selalu tenang dan damai.
Karena dia tidak perlu menyombongkan dirinya dihadapan orang lain dan tidak akan merasa iri ketika ada orang lain yang lebih tinggi serta lebih hebat darinya.

5. Mewarisi Sikap Mulia Para Nabi
Para nabi memiliki sifat rendah hati, padahal mereka manusia pilihan Allah SWT.
Misalnya, seperti Nabi Musa AS yang tidak malu untuk melakukan pekerjaan seperti memberi makan dan minum pada hewan ternak demi membantu dua orang perempuan yang ayahnya sudah tua renta.

6. Jalan Menuju Kedudukan Mulia
Dari Abu Bakar Ash-Shidiq ia berkata: “Kami dapati kemuliaan itu datang dari sifat takwa, qana’ah (merasa cukup), muncul karena yakin (pada apa yang ada di sisi Allah), dan kedudukan yang mulia didapat dari sifat tawadhu.”

7. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Suri Tauladan
Baginda Nabi adalah seseorang yang selalu rendah hati.
Beliau tidak pernah menyombongkan kemuliaan dan keistimewaannya.

Dan bahkan beliau mau memberi salam kepada anak kecil terlebih dahulu yang kedudukannya di bawah beliau.

Dari Anas, ia berkata: “Sungguh, Rasulullah biasa berkunjung kepada kaum Anshor. Lantas beliau memberi salam kepada anak-anak kecil dan mengusap kepalanya.” (HR Ibnu Hibban)

Dari beberapa hadis tentang rendah hati dan keutamaan sikap tawadhu tersebut, dapat diketahui dengan jelas bahwa rendah hati adalah hal yang dianjurkan Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk kedalam golongan orang yang bertakwa.