Taubat Sebelum ke Akhirat/Terlambat?

Taubat Sebelum ke Akhirat/Terlambat?

22 Agustus 2022 

Di Akhir Zaman ini kita harus sering-sering bertaubat karena di Akhir Zaman ini mudah sekali mengucap ucapan yang membuat dirinya murtad (keluar dari islam).
Tak jarang di negeri wakanda ini bahkan sekalipun bocah kecil yang rata-rata berumur 7 tahunan sudah bisa mengucap bahasa-bahasa kasar, orang tuanya sudah mengajarkan
yang benar sedangkan lingkungan tempat anak bermain yang kurang efektif.

Setiap manusia tidak akan lepas dari kesalahan dan berujung dosa. Baik dosa besar maupun dosa kecil. Setiap orang beriman tentu saja berharap dan ingin agar setiap
dosa-dosa yang telah diperbuatnya mendapat ampunan Allah SWT.
Taubat dari dosa yang telah dilakukan oleh seorang mu’min adalah keawajiban agama. Diperintahkan oleh Al-Qur’an, didorong oleh sunnah serta disepakati kewajibannya
oleh seluruh ulama.

Allah SWT berfirman:
“Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS .Al Hujurat: 11)
Ini adalah dalil akan kewajiban bertaubat. Karena jika ia tidak bertaubat maka ia akan menjadi orang-orang zhalim. Dan orang-orang yang zhalim tidak akan beruntung.

Allah SWT berfirman:
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” QS. An-Nur:31
Taubat itu tidak akan merugikan kita, bahkan Allah bergembira terhadap hamba-hambanya yang bertaubat. Dibanding seseorang yang kehilangan hewan tunggangannya yang
membawa bekalnya, lalu hewan tersebut tiba-tiba datang lagi kembali.

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang
di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).

Jadi, tunggu apalagi? mau tunggu malaikat izrail? keburu mati duluan kawan.
Kematian tidaklah menunggu hingga engkau menjadi lebih baik. Oleh karena itu, jadilah orang baik dan tunggulan kematian.