Surga di Telapak Kaki Ibu? Keutamaan Menyayangi Ibu dalam Ajaran Islam

Sebagai seorang anak sudah sepatutnya bagi kita untuk menyayangi dan mencintai ibu, sebab keutamaan menyayangi ibu sangatlah besar. Menjadi seorang ibu pastinya bukanlah sebuah perkara yang mudah.

Menjadi seorang ibu merupakan tugas yang amat sulit dan menantang, terlebih juga sangat melelahkan. Ibu juga yang mengandung kita selama 9 bulan, melewati proses persalinan, hingga merawat kita dari kecil hingga tak terhingga usia kita.

Oleh sebab itu, apapun ajarannya sudah pasti selalu memerintahkan untuk menjaga, menyayangi, mencintai, dan menghormati Ibu. Dalam Islam sendiri keutamaan menyayangi ibu sangatlah dahsyat.

Ayat yang Menjelaskan Betapa Mulianya Ibu

Perintah untuk berbuat baik kepada ibu, bahkan telah Allah Sampaikan dalam QS Luqman ayat 14,

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Artinya, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

Tidak hanya itu, keutamaan menyayangi ibu tertuang pada surat lainnya. Tepatnya pada QS Maryam ayat 32,

وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّارًا شَقِيًّا

Artinya, “dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”

Keutamaan Menyayangi Ibu?

Kembali pada bahasan, sebenarnya apa saja keutamaan dari menyayangi ibu? Tanpa berlama lagi, simak pembahasan di bawah!

1.) Mulianya Ibu Hingga disebut Sebanyak 3 Kali

Dari sebuah hadis, diceritakan, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?” Nabi SAW menjawab, “Ibumu”. Dan orang tersebut kembali bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Nabi SAW menjawab, “Ibumu”.

Orang itu bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi?” beliau menjawab “Ibumu”. Orang tersebut bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi,” Nabi SAW menjawab “Kemudian ayahmu.” (HR Bukhari dan Muslim)

keutamaan menyayangi ibu sangat besar, bahkan rasul menyebutnya sebanyak 3 kali dan dilanjut dengan ayah. Imam Al-Qurthubi menjelaskan, bahwa kita harus menyayangi dan mencintai ibu sebesar tiga kali lipat lebih besar dibandingkan ayah.

Sebab, tugas dari mengandung, melahirkan, bahkan hingga menyusui. Hanya dimilik oleh ibu dan tidak akan bisa digantikan oleh ayah.

2.) Surga Berada di Telapak Kaki Ibu

Keutamaan menyayangi ibu selanjutnya ialah, kita mesti menyayangi ibu, sebab Surga berada pada telapak kakinya. Dalam sebuah hadis diceritakan,

“Bahwasanya ia (Mu’awiyah bin Jahimah) datang kepada Nabi SAW, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin berperang dan aku datang untuk meminta petunjukmu.” Nabi SAW bersabda, “Apakah engkau memiliki ibu?”, “Iya”. “Menetaplah dengannya karena sungguh surga di bawah kedua kakinya.” (HR Ibnu Majah, An-Nasa’i, Ahmad, Ath-Thabrani)

Dari hadis diatas, Rasulullah SAW lebih menganjurkan seseorang untuk menetap atau bersama dengan ibunya ketimbang ikut berperang. Hal itu lantaran, terdapat surga yang bisa kita gapai dengan menyayangi ibu kita.

Baca Juga:

3.) Berbuat Baik harus Mengutamakan Ibu Terlebih Dahulu

Keutamaan menyayangi ibu begitu spesial. Bahkan dalam sebuah hadis kita mesti mengutamakan ibu kita, baru kemudian pada kerabat terdekat kita, seperti ayah misalnya.

“sesungguhnya Allah berwasiat tiga kali kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada ayah kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada kerabat yang paling dekat kemudian yang dekat.” (HR Ibnu Majah, shahih dengan syawahid-nya)

4.) Ridha Allah terdapat Pada Ridha Ibu

Dalam menjalani hidup, tidak sedikit keinginan yang ingin kita raih. Demi menggapainya, alangkah baiknya meminta ridha kepada orang tua (ibu dan ayah). Sebab, salah satu keutamaan menyayangi ibu ialah, ridha Allah yang terdapat pada ridha orang tua.

“Ridha Allah terdapat dalam ridhanya kedua orang tua (ibu bapak) dan murka Allah terdapat dalam murkanya kedua orang tua.” (HR At-Tirmidzi)

5.) Larangan Berbuat Durhaka kepada Ibu

Dari Al Mughirah bin Syu`bah dari Nabi SAW beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua, tidak suka memberi namun suka meminta-minta dan mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan membenci atas kalian tiga perkara, yaitu; suka desas-desus, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.” (HR Bukhari)

Durhaka kepada orang tua menjadi salah satu hal yang wajib dihindari. Durhaka seperti berkata kasar, tidak mengindahkan perkataanya, bahkan tidak menuruti larangannya. Hal itu mesti dihindari karena berupa salah satu dosa besar yang dapat menyengsarakan kita.

Layaknya lagu ‘Kasih Ibu’ yang sering kita dengar sedari kecil. Nyatanya kasih sayang serta pengorbanan ibu memang sangatlah besar, bahkan tak terhingga sepanjang masa. Namun mirisnya, tak sedikit anak yang tidak peduli, bahkan tidak menghormati ibunya sendiri.

Sepatutnya ia berkaca, siapa yang telah membesarkannya hingga saat ini? Sahabat beriman, sebagaimana ibu yang selalu menyayangi kita, marilah kita juga menyayangi ibu tanpa rasa pamrih. Dan itulah bahasan mengenai keutamaan menyayangi ibu yang teramat dahsyat.

Satu pemikiran pada “Surga di Telapak Kaki Ibu? Keutamaan Menyayangi Ibu dalam Ajaran Islam”

Tinggalkan komentar