Toxic? Berikut Hukum Berkata Kasar dalam Pandangan Islam

Hukum Berkata Kasar – Berbicara adalah salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Dengan berbicara, kita dapat menyampaikan pesan, berbagi ilmu, dan menjalin hubungan sosial.

Namun, penggunaan kata-kata kasar atau berbicara dengan cara yang tidak baik, sering kali disebut toxic, adalah hal yang tidak diinginkan dalam Islam.

Artikel ini akan membahas hukum berkata kasar dalam pandangan Islam, mengapa hal tersebut dilarang, serta bagaimana kita dapat menghindari perilaku tersebut.

Pentingnya Menjaga Lisan

Dalam Islam, menjaga lisan merupakan bagian dari adab yang sangat ditekankan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kata-kata kasar bukan hanya menyakiti perasaan orang lain, tetapi juga mencerminkan kekurangan akhlak dan iman seseorang.

Hukum Berkata Kasar dalam Islam

Berkata kasar dalam Islam dianggap sebagai perbuatan yang tercela. Al-Qur’an dan Hadis memberikan banyak petunjuk tentang pentingnya menjaga lisan dari perkataan yang buruk.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).’” (QS. Al-Isra: 53). Ayat ini menegaskan bahwa berkata baik adalah tuntunan bagi setiap Muslim.

Dampak Negatif Berkata Kasar

Berkata kasar dapat membawa banyak dampak negatif, baik bagi individu yang melakukannya maupun orang yang menjadi sasaran. Beberapa dampak negatif tersebut antara lain:

  1. Merusak Hubungan Sosial: Kata-kata kasar dapat merusak hubungan antara teman, keluarga, dan rekan kerja.
  2. Menimbulkan Permusuhan: Ucapan yang menyakitkan dapat menimbulkan permusuhan dan konflik berkepanjangan.
  3. Mengurangi Kehormatan Diri: Seseorang yang sering berkata kasar akan kehilangan rasa hormat dari orang lain.
  4. Mengganggu Kesehatan Mental: Mendengar atau mengucapkan kata-kata kasar dapat mempengaruhi kesehatan mental, menyebabkan stres, dan perasaan tidak nyaman.

Baca Juga: Mengerikan! Begini Hukum Pacaran Dalam Islam

Contoh Perilaku Berkata Kasar

Berkata kasar tidak selalu tentang menggunakan kata-kata kotor atau makian. Perilaku toxic bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti:

  1. Menghina atau Mengejek: Menggunakan kata-kata untuk merendahkan orang lain.
  2. Menyebarkan Fitnah: Menyampaikan berita bohong untuk merusak reputasi seseorang.
  3. Bertengkar dengan Kata-Kata Keras: Menggunakan suara tinggi dan kata-kata menyakitkan dalam perdebatan.

Bagaimana Menghindari Berkata Kasar

Menjaga lisan agar terhindar dari perkataan kasar adalah tantangan, namun sangat mungkin dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

  1. Berkata Baik atau Diam: Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam.
  2. Bersikap Sabar dan Tenang: Belajar mengendalikan emosi dan tidak mudah terpancing dalam situasi yang memancing kemarahan.
  3. Berpikir Sebelum Berkata: Merenungkan dampak dari ucapan sebelum diucapkan.
  4. Menghindari Lingkungan Negatif: Berada di lingkungan yang positif dan mendukung akan membantu mengurangi kecenderungan berkata kasar.

Baca Juga: Penting! Hukum Menyakiti Diri Sendiri Dalam Pandangan Islam

Kesimpulan

Hukum berkata kasar dalam pandangan Islam sangat jelas: tindakan tersebut adalah perbuatan tercela dan harus dihindari.

Menjaga lisan dari perkataan buruk adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas iman dan menjaga hubungan sosial yang harmonis

Dengan menghindari kata-kata kasar dan berusaha selalu berkata baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih damai dan penuh kasih sayang.

Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga lisan dan menghindari berkata kasar dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita berusaha untuk selalu berbicara dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan, sesuai dengan ajaran Islam.

Satu pemikiran pada “Toxic? Berikut Hukum Berkata Kasar dalam Pandangan Islam”

Tinggalkan komentar