4 Sifat Mustahil Rasul yang Tidak Mungkin Dimiliki, Apa Sajakah Diantaranya?

Selain sifat wajib, sifat mustahil Rasul sejatinya tidak mungkin dimiliki oleh para utusan Allah tersebut. Berkebalikan dengan sifat wajib, sifat mustahil ialah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh para Rasul.

Mungkin saat masih menginjak bangku sekolah, kita pernah diajari hal ini. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui kembali apa saja sifat-sifat mustahil itu.

Apa Saja Sifat Mustahil Rasul yang Patut Kita Ketahui?

Rasul merupakan utusan Allah yang terpilih serta bertugas untuk menyampaikan segala ajaranNya termasuk mengajak kepada manusia agar beriman kepada Allah semata. Oleh karena itu, mustahil rasanya keempat sifat ini terdapat dalam diri Rasul.

1). Kidzib

Kidzib artinya berdusta. Seorang Rasul tidak mungkin berbuat suatu hal yang dusta atau berbohong. Segala perkataan maupun perbuatan Rasul tidak mungkin palsu apalagi dibuat-buat. Sifat mustahil Rasul ini bahkan telah ditegaskan dalam QS an-Najm ayat 2-4 berikut,

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ . وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ . إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

Artinya, “Artinya: “Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diucapkan itu (al-Qur’ān) menurut keinginannya tidak lain (al-Qur’an) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

2). Khianah

Khianah artinya berkhianat. Semua hal yang diamanahkan kepada Rasul, pasti semuanya akan dilaksanakan. Mustahil rasanya bila mereka berkhianat, terlebih kepada Allah SWT. Hal ini sekali dipertegas dalam QS al-An’am ayat 106 yang menerangkan tentang sifat mustahil Rasul,

اِتَّبِعْ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ

Artinya, “Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”

Baca Juga: 4 Sifat wajib rasul yang wajib kita ketahui

3). Kitman

Kitman memiliki makna yang berarti menyembunyikan kebenaran. Seorang Rasul tidak mungkin menyembunyikan suatu kebenaran terhadap umatNya. Setiap firman serta wahyu yang Rasul terima pastinya akan disampaikan tanpa terkecuali.

“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang di wahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (QS. al-An’am: 50).

4). Baladah

Dan sifat mustahil Rasul yang terakhir yaitu baladah. Kebalikan dari fathonah yang memiliki arti cerdas, baladah yang bermakna bodoh sangat tidak mungkin terdapat dalam diri Rasul.

Ketika memimpin umatnya, Rasul tentunya dibekali dengan anugerah yakni berupa kecerdasan yang diberikan oleh Allah SWT.

Sebagai suri tauladan yang baik, sulit dipercaya rasanya bila Rasul memiliki sifat-sifat mustahil. Demikianlah 4 diantaranya sifat mustahil Rasul yang tidak mungkin dimiliki, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan Terimakasih!

Tinggalkan komentar