Meneladani Sifat Fathonah dalam Kehidupan Sehari-hari, Bagaimana caranya?

Fathonah yang memiliki arti ‘Cerdas’, merupakan salah satu sifat yang dimiliki Rasulullah SAW dan kita harus meneladani sifat fathonah. Dalam menjalankan dakwahnya, Rasulullah yang merupakan insan yang cerdas, mampu mengatasi masalah pada kaum yang Ia hadapi.

Dan di era yang sudah modern saat ini, kita mesti belajar sebanyak-banyaknya apabila tidak ingin tertinggal. Mempunyai sifat fathonah tidak akan membuat kita jauh kepada Allah. Justru akan membuat kita berpikir bertapa luar biasanya ciptaan Allah SWT.

Anjuran untuk Meneladani Sifat Fathonah

Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan umatnya agar senantiasa menggunakan akalnya. Sebagaimana yang tertera dalam QS al-Hadid ayat 17,

اِعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يُحْيِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Artinya, “Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda–tanda kebesaran Kamu, supaya kamu menggunakan akalmu”

Cara Meneladani Sifat Fathonah dalam Kehidupan Sehari-hari

Setelah mengetahui pengertian sifat fathonah, selanjutnya tinggal menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah pepatah pernah mengatakan, “orang yang bodoh akan menjadi makanan empuk bagi orang yang cerdas.” Lantas, apa sajakah cara-caranya?

1). Fathonah dalam Proses Belajar & Mengajar

Cara meneladani sifat fathonah pertama yakni dengan belajar dengan giat dan tekun. Untuk menuntut ilmu, setidaknya diperlukan kecerdasan untuk mencapai hasil berlajr yang optimal.

Melalui kecerdasan, kita pasti akan memahami pelajaran dengan lebih baik. Begitu juga sebaliknya, tanpa kecerdasan kita pasti akan kesulitan menangkap pelajaran dengan baik.

2). Fathonah dalam Bekerja

Meneladani sifat fathonah juga harus diterapkan dalam urusan pekerjaan. Maksudnya, kita bekerja dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin, namun hasilnya semaksimal mungkin.

Dengan meneladani sifat ini dalam urusan pekerjaan, diharapkan kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan terorganisir. Sehingga kita nantinya tidak bekerja secara asal-asalan.

3). Memilih Calon Pasangan Juga Harus Fathonah

Memilih calon pasangan, harus seteliti mungkin. Sebab, calon pasangan nantinya akan menjadi pasangan hidup selamanya, dan tentu kita tidak ingin menemui masalah suatu hari nanti bukan? Oleh karena itu, bersifat fathonah dalam memilih pasangan merupakan hal yang sangat diperlukan.

4). Fathonah dalam Mendidik Keluarga

Meneladani sifat fathonah juga akan terus kita terapkan, bahkan hingga kita menjadi kepala keluarga sekalipun. Sebagai seorang kepala keluarga, seorang suami tentunya harus dapat mendidik dan mengarahkan anggota keluarganya agar selalu berada di jalan yang benar.

Agar nantinya, baik pasangan maupun anak kita, tidak akan terjerumus pada kesalahan yang bisa mencelakakan keluarga. Oleh karena itu, mendidik keluarga bagi seorang kepala keluarga adalah sebuah tuntutan yang wajib dilaksanakan.

5). Fathonah sebagai Makhluk Sosial

Sebagai makhluk sosial, kita hidup dengan saling membutuhkan satu sama lainnya. Kita juga apabila hidup di tengah masyarakat, harus memiliki kecerdasan agar bisa diterima dengan baik dalam masyarakat.

Dengan meneladani sifat fathonah dalam bermasyarakat, seperti tahu caranya berkomunikasi, menghormati orang lain, dsb. Maka akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

6). Bersifat Fathonah dalam Menjalani Kehidupan

Dalam menjalani kehidupan, manusia sejatinya memerlukan kecerdasan agar tidak lalai dalam menghadapi godaan-godaan yang ditawarkan dunia. Sehingga nantinya kita tidak akan terjerumus pada kesalahan yang dapat menjatuhkan kita.

Namun, bila kita meneladani sifat fathonah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, Insya Allah kehidupan kita akan menjadi lebih baik. Sisanya, tinggal bagaimana kita bersikap istiqomah dan berusaha dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Satu pemikiran pada “Meneladani Sifat Fathonah dalam Kehidupan Sehari-hari, Bagaimana caranya?”

Tinggalkan komentar