Menilik Lebih Lanjut Mengenai Makna Kemerdekaan Dalam Pandangan Islam

Makna kemerdekaan memanglah begitu luas, sehingga banyak versi akan arti kata merdeka. Namun, bagaimana cara Islam memandang arti kemerdekaan yang sesungguhnya?

Dalam bahasa Arab, kemerdekaan diartikan juga dengan kata al-istiqlal, dan hari kemerdekaan disebut ied al-istiqlal.

Sementara itu, definisi kemerdekaan menurut KBBI sendiri ialah sebuah kebebasan, lepas, tidak mendapat tekanan dari luar, tidak terjajah, dan lain-lain.

Dengan kata lain, makna kemerdekaan adalah bebas dari penindasan dan tekanan yang diberikan sang penjajah (orang lain). Kemerdekaan disebut juga dengan kata “Al-Hurriyyah“.

Menurut pendapat dari Ibn Asyur, ada berbagai aspek kemerdekaan dan kebebasan yang sesuai dengan syariat Islam, yakni: kebebasan untuk berkeyakinan (hurriyyah al-i’tiqad), kebebasan berpendapat dan bersuara (hurriyyah al-aqwal), termasuk di dalamnya kebebasan untuk belajar, mengajar, dan berkarya (hurriyyah al-‘ilmi wa al-ta’lim wa al-ta’lif), lalu kebebasan bekerja dan berwirausaha (hurriyyah al-a’mal).

Sejatinya, makna kemerdekaan ialah sebuah pembebasan dari segala tekanan atau perbudakan dari pihak luar, yang sebelumnya telah menyiksa raga dan batin seseorang.

Jadi, makna kemerdekaan tak hanya bersifat nampak, dan mungkin saja hal ini berkaitan dengan batin seseorang.

Bebasnya seseorang atau suatu kaum dari sebuah perbudakan tak melulu harus di dapatkan melalui peperangan, mengingat makna kemerdekaan itu cukup luas.

Makna Kemerdekaan Menurut Pandangan Islam

Allah SWT. telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, sehingga memiliki berbagai keistimewaan tersendiri yang tentunya berbeda dari makhluk lainnya. Sebagaimana telah disebutkan dalam QS. Al-Isra’ ayat 70,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا 

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna”. (QS. Al-Isra’ ayat 70).

Kemerdekaan adalah satu bentuk penting dari keistimewaan yang dimaksud dalam firman Allah SWT. tersebut. Sebab, kemerdekaan menjadi sebuah kemenangan atau jalan menuju kehidupan yang seutuhnya. Karena, kebebasan merupakan hak bagi setiap makhluk hidup yang ada di muka bumi ini.

Kemerdekaan tak serta merta di dapatkan, perlu adanya perjuangan, pengorbanan, bahkan penyerahan diri untuk memperoleh kebebasan yang di butuhkan.

Maka dari itu, memperjuangkan sebuah kemerdekaan atau kebebasan (sesuai dengan syariat) merupakan kewajiban bagi setiap orang.

Karena dengan kemerdekaan, seseorang akan mendapatkan hak, kesempatan, dan kewajiban yang semestinya ia peroleh.

Akan tetapi, kemerdekaan seperti apa yang menjadikannya begitu mulia?

Kemerdekaan yang sesungguhnya ialah kebebasan seorang hamba yang memudahkannya untuk memenuhi perintah Allah SWT. dan menjauhi segala bentuk pengharaman.

Makna kemerdekaan juga bisa di dapatkan dari perjuangan Nabi Ibrahim AS dalam mencari Tuhan yang sebenar-benarnya, yang mana tertera dalam Q.S al-An’am Ayat 76-79. Dalam masa pencariannya, Nabi Ibrahim AS mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan kebebasan dari jeratan keyakinan yang salah.

Gebrakan batin yang terus mengatakan bahwa keyakinan nenek moyangnya bukan hal yang benar, membuat Nabi Ibrahim AS menemukan kebenaran atas apa yang diyakininya di akhir.

Perjuangan ini tentulah merupakan suatu bentuk penghambaan seseorang terhadap Tuhannya. Dan perjuangan tersebut tak mungkin bisa dilakukan apabila hawa nafsu masih tetap menguasai. Karena, hawa nafsu merupakan penjajah yang sesungguhnya. Maka dari itu, penting bagi kita untuk bisa mengendalikannya.

Selain itu, memerangi hawa nafsu juga merupakan jihad yang sebenarnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ

Artinya: “Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-An’am: 119).

Jadi, begitulah pembahasan kali ini mengenai makna kemerdekaan menurut pandangan Islam. Nantikan artikel kami lainnya, hanya di Yayasan Senyum Mandiri.

Tak hanya menyajikan artikel menarik dan informatif saja, Kami juga membuka jalan bagi Sahabat untuk menunaikan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf.

Informasi lebih lengkapnya bisa klik disini.

Rekening Donasi

Tinggalkan komentar